Rabu, 24 Agustus 2016

Pengertian tata sury

            Merupakan kumpulan benda-benda langit yang terdiri atas matahari dan semua objek yang terikat dalam gaya grafitasi termasuk di dalamnya adalah delapan planet dengan orbit berbentuk elips dan jutaan benda langit lainya seperti metor, komet, asteroid dan satelit. Peredaran benda langir dalam mengitari matahari disebut dengan nama revolusi dn garis edarnya disebut dengan orbit. Selain berevolusi benda-benda langit juga berputar pada porosnya yang disebut dengan rotasi.
Tata surya terbagi atas :
Matahari, Empat planet bagian dalam (Merkurius, Venus, Bumi, Mars), sabuk Asteroid, Empat planet bagian luar (Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), dan dibagian terluar (Sabuk Kuiper dan Piringan Tersebar).
Berdasarkan jaraknya dari matahari kedelapan planet tata surya sebagai berikut :
Merkurius (57,9 juta km). Venus (108 juta km). Bumi (150 juta km). Mars (228 juta km). Yupiter (779 juta km). Saturnus (1.430 juta km). Uranus (2.880 juta km) dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008 silam ada sekitar 5 objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil (kecuali Ceres). Dan Pluto (5.906 juta km) yang dulunya di klasifikasikan sebagai planet kesembilan.
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari lima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri debu dan partikel lain.
Asal usul tata surya
            Banyak jawaban-jawaban yang dilontarkan dari para ahli tentang tata surya namun masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan lagi kebenaranya. Telah dikemukakan beberapa teori/pendapat dari para ahli diantaranya:
Hipotesis Nebula
            Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (pada tahun 1734) yang kemudian disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775 dan dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796 secara independen,menyebutkan bahwa pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksaksa, kabut yang terbentuk dari tiga unsur yaitu debu, es dan gas (sebagian besar hydrogen) yang disebut nebula.
Gaya gravitasi yang menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas dan akhirnya terjadilah bintang raksaksa (matahri). Matahari kemudian menyusut dan berputar semakin cepat hingga cincin-cincin gas terlontar ke sekeliling matahari dan akhirnya gas-gas itu memadat seiring dengan penurunan suhunya kemudian terbentuklah sebuah planet-planet (luar dan dalam).
Hipotesis Planetisimal
            Teori yang dikemukakan oleh astronom bernama Forest Ray Moulton dan seorang geolog bernama Thomas C. Chamberlin dari Universitas Cicago tentang terbentuknya tata surya adalah bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang tersebut sangat besar menyebabkan daya pasang dibagian gas matahari mengakibatkan masa gas terlempar dari matahari dan mulai mengorbit karena daya tarik matahari masa gas tersebut tertahan dan bergerak mengelilinginya. Kemudian masa gas tersebut menjadi dingin dan memadat dan dari situlah planet-planet terbentuk termasuk di dalamnya adalah bumi.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
            Teori yang dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917 planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari,keadaan yang hampir berdekatan mengakibatkan tertariknya sejumlah materi yang cukup besar dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama keduanya, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom bernama Henry Norris Russell mengemukakan keberatanya pada teori ini karena menurutnya hampir tidak mungkin akan terjadinya tabrakan sedemikian itu.
Hipotesis Kondensasi
            Menjelaskan bahwa terbentuknya dari bola kabut raksaksa yang berputar membentuk cakram raksaksa, teori ini dikemukakan oleh astronom dari belanda bernama G.P Kuiper pada tahun 1950.
Hipotesis Bintang Kembar
            Pada tahun 1956 seorang bernama Fred Hoyle mengemukakan bahwa dahulunya tata surya merupakan dua bintang yang kembar dan salah satunya meledak kemudian meninggalkan serpihan-serpihan kecil yang terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.


Share: